-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Kreatifitas Tiada Henti di Banyuwangi Batik Festival 2014

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Kreatifitas Tiada Henti di Banyuwangi Batik Festival 2014

Post by robot on Fri Sep 12, 2014 11:01 am

Ajang untuk menggerakkan roda pariwisata dan industri kreatif kembali digelar di Kabupaten Banyuwangi. Daerah berjuluk "The Sunrise of Java" itu untuk kali kedua menyelenggarakan Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang acara puncaknya digelar pada 20 September mendatang di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi.

Pergelaran BBF ini merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat Banyuwangi dalam menumbuhkembangkan kekayaan budaya lokal, khususnya untuk mengeksplorasi khazanah kekayaan batik lokal. "Saat daerah lain semangat membawa tema budaya luar/global ke tingkat lokal, kami justru membawa tema budaya lokal ke level global. Salah satunya lewat Batik Festival ini," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Di Banyuwangi, kami ingin menampilkan batik tidak hanya menjadi penanda, namun sebuah kebanggaan yang berujung pada kesejahteraan para pelaku industri ini,” imbuh Anas.

Batik kini bukan lagi dianggap bagian dari gaya lawas, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Batik telah menjadi tren. "Tren ini harus dijawab dengan keseriusan semua elemen untuk mendorong pengembangan batik, baik dari sisi desain, kemasan event, maupun aspek ekonominya," kata Anas.

Setelah tahun lalu mengeksplorasi motif "Gajah Oling", tahun ini BBF akan mengangkat motif "Kangkung Setingkes". Motif ini adalah satu dari 44 motif batik Banyuwangi yang paling mudah ditemui setelah motif batik "Gajah Oling".

BBF 2014 dirangkai dengan 5 event sekaligus. Ajang ini dimulai dengan lomba desain motif batik untuk menambah kekayaan motif batik Banyuwangi yang saat ini telah ada. “Tidak pernah ada batasan untuk kreatifitas. Kami ingin batik banyuwangi semakin kaya dengan tidak meninggalkan orisinalitas dan kearifan budaya daerah,” kata Anas.

Berbarengan dengan lomba desain motif batik, juga dilaksanakan lomba desain busana batik yang diikuti oleh 28 desainer Banyuwangi. Lomba ini memberi kesempatan bagi desainer-desainer asli daerah untuk memperkenalkan karyanya kepada publik luas. “Ini juga menjadi kesempatan baik para desiner batik untuk membuka jaringan dengan dunia industri fesyen,” tutur Anas.

Selanjutnya digelar lomba mencanting pada 20 September, lomba modelling dan pameran promosi wisata. Pameran sendiri akan berlangsung mulai 18 – 20 September mendatang. Pada tahun lalu, antusiasme masyarakat pada pameran batik sangat tinggi, bahkan omzet penjualan peserta industri kecil menengah (IKM) batik selama 3 hari pameran berlangsung mencapai Rp 500 juta. “BBF akan membawa dampak langsung pencapaian omzet IKM batik yang lebih tinggi,” ujarnya.

Yang cukup istimewa, BBF kali ini juga akan melibatkan desainer batik ternama Indonesia, Priscila Saputro, yang pernah mendesain busana Miss Universe 2012 Olivia Culpo, Miss Universe 2013 Gabriela Isler, Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman, dan Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira. Priscila akan berdialog dengan para desainer muda Banyuwangi.

”Priscila kami libatkan untuk memotivasi desainer-desainer muda daerah. Kami juga ingin mengangkat kualitas busana batik banyuwangi menuju level yang lebih tinggi,” ujar Bupati Anas.

Sebagai pemanasan BBF, pada 19 September juga akan digelar Batik On Pedestrian di Taman Blambangan. Even ini memberi kesempatan bagi 250 pelajar SMK, SMA, profesional perbankan dan pegawai negeri sipil untuk tampil memamerkan batik fashion dengan tema casual, kerja dan pesta. Putri Indonesia Elvira Devinamira akan menjadi juri pada even ini. “Kita ingin masyarakat Banyuwangi menjadi bagian dalam mempromosikan batik sekaligus menumbuhkan kecintaan pada batik daerah,” ungkap Anas.

Selain bisa menikmati keindahan batik pesisiran khas Banyuwangi, para pengunjung pada hari yang sama bisa menikmati Festival Rujak Soto dan Banyuwangi Art Week. Sebuah festival kuliner yang bakal menampilkan ratusan penjual Rujak Soto. Rujak soto adalah makanan khas Banyuwangi, dimana rujak petis dicampur dengan soto daging.

"Datang ke Banyuwangi sangat mudah sekarang. Selain bisa ditempuh kereta, saat ini tiap hari telah ada dua kali penerbangan Denpasar - Banyuwangi - Surabaya oleh Garuda Indonesia dan Wings Air. Ayo datang, saksikan, dan berbanggalah menjadi bagian dari kekayaan khasanah Banyuwangi," pungkas Anas.

    Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 11:03 am