-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Priscila Saputro Sharing Desain Batik dengan IKM Batik, Desainer dan Model Banyuwangi

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Priscila Saputro Sharing Desain Batik dengan IKM Batik, Desainer dan Model Banyuwangi

Post by robot on Sat Sep 20, 2014 5:56 pm

BANYUWANGI – Priscila Saputro, seorang desainer batik ternama Indonesia, di sela kunjungannya ke Banyuwangi untuk menghadiri Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2014, menyempatkan diri untuk bertemu Industri Kecil Menengah (IKM) batik, desainer dan para model Banyuwangi, Jumat kemarin (19/9).

Priscila yang datang bersama fashion stylist Mayora Andreas sharing tentang bagaimana proses desain fashion batik. “Kita harus mampu menerjemahkan idealisme kita ke dalam bahan,”tutur wanita yang menganggap batik adalah Indonesia dalam sepotong kain. Dimana di dalamnya terdapat kemegahan, semangat, nilai-nilai, dan habitat alaminya.

“Desain batik itu unik. Karena kita harus bisa memadukan warna batik dengan kain pabrikan,”jelas istri Moses Saputro itu. Bahkan desainer yang ikut terlibat langsung membidani lahirnya karya-karya busana batik Banyuwangi yang ditampilkan dalam BBF 2014 ini memberikan bocoran bagaimana dia menyiapkan rancangan spesialnya dalam BBF.

Ketika pertama kali melihat batik Banyuwangi dengan motifnya yang khas, Priscila langsung membayangkan orang Banyuwangi yang hangat dan ‘kaya hati’. Maka dua hal itulah, ujar Priscila, yang diangkatnya dalam BBF. “Saya menerjemahkan ‘kaya hati’ dan kehangatan melalui padu padan batik dengan beludru,”katanya.

Nantinya, beber Priscila, ada 4 jenis baju yang ia tampilkan. Mulai dari baju kerja, busana muslim, cocktail (baju untuk pesta yang sifatnya tidak resmi, Red), hingga baju pesta formal. “Semuanya saya rangkum dalam 1 tema, yakni beludru,” tuturnya.

Priscila juga mengajak IKM batik dan para desainer batik Banyuwangi untuk lebih mengokohkan diri. “Kita jangan mau kalah dengan yang lain. Karena itu dalam mendesain batik kita harus perjelas konsepnya, baju itu mau dipakai untuk apa, baju kerjakah atau baju pestakah,” tukasnya. Setelah itu, lanjut Priscila, harus dicari polosannya (warna polos yang akan dipadukan, Red) dan jangan pilih warna yang ngejreng. Aksesoris yang akan dipadukan juga harus diperhatikan sesuai bentuk, garis, warna, detail dan kerumitan motif batik. Kemudian baru ditata rancangannya.

Untuk menata rancangan, tandas Priscila, dibutuhkan diskusi tim untuk mengatur moodboard. Moodboard adalah satu rancangan yang lengkap yang diatur dalam satu kertas. Sehingga nantinya batik yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Lalu barulah dimulai desain produk, yang didalamnya desainer dibantu tim yang terdiri atas stylist dan tim produksi yang mengurusi pattern maker, cutter, tailor, finishing, dan fashion illustrator.

“Yang terpenting, merancangnya harus di ruangan yang cukup sinar matahari atau di luar ruangan. Sebab di luar dengan di dalam ruangan akan mempengaruhi kepekaan kita akan warna batik dengan pemaduan warna bahan pabrikan,” pungkasnya, berbagi tips.

Kegiatan yang diselenggarakan di peringgitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini diikuti oleh 16 IKM bersama beberapa desainer dan modelnya. Peserta juga sempat berdialog, tanya jawab seputar dunia batik dengan Priscila dan Mayora Andreas. Seluruh peserta nantinya juga akan ikut ambil bagian dalam ajang BBF yang diadakan Sabtu malam (20/9) di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi.

    Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 7:29 am