-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Batik Banyuwangi Yang Mendunia

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Batik Banyuwangi Yang Mendunia

Post by robot on Sun Sep 21, 2014 5:11 pm

BANYUWANGI – Gelanggang seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, tadi malam sejenak menjadi panggung catwalk. Ditempat tersebut Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2014 yang kini memasuki tahun kedua kembali menyuguhkan kekayaan corak batik Bumi Blambangan. Jika di tahun 2013 menggunakan corak gajah oling, tahun ini giliran kangkung setingkes yang di bawa ke level lebih tinggi. Sejumlah nama populer hadir menyaksikan langsung dengan didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Mereka adalah Putri Indonesia 2014 Elvira Devina Mira, Ayu Azhari, Yuni Shara, Panky Suwito, Yati Octavia dan sejumlah pengusaha papan atas di tanah air. BBF pun semakin mendapat tempat di industri fashion tanah air. Para perancang tersohor menyatakan tertarik untuk mengkreasi ulang dengan tatanan lebih modern. Untuk tahun ini peran itu diemban Priscila Saputro yang pernah menjadi desainer Miss Universe 2012 Olivia Culpo. Dengan cantik, Priscila Saputro berhasil memadukan batik khas Banyuwangi kangkung setingkes dengan kain bludru dalam rancangan barunya tadi malam. “Kami memilih beludru karena menyimbolkan ageman (pakaian, Red) orang kaya zaman dahulu. Ini simbolisasi betapa adiluhungnya warisan batik Banyuwangi. Dan juga sebagai simbol kekayaan hati masyarakat Banyuwangi untuk siap ditampilkan”, ujar Priscilla. Puncak acara BBF 2014 ditandai dengan penampilan anggun Putri Indonesia 2014 Elvita Devinamira mengenakan gaun yang dirancang glamor dengan bahan dasar batik kangkungn setingkes. BBF 2014 merupakan bagian dari pesta budaya tahunan Banyuwangi Festival yang memasuki tahun ketiga. Penyelenggarannyaa pun memberikan dampak signifikan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk lebih sering mengenakan batik. Secara industri, penyelenggaraan Banyuwangi Festival berhasil mendognkrak sektor kerajinan rakyat, termasuk tekstil. Pada 2013, sektor tersebut mampu membukukan nilai tambah Rp 45,48 miliar, tumbuh 89,5% jika dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp 24 milyar ketika Banyuwangi Festival pertama kali digelar. “Perhatian kami yang inten terhadap sektor ekonomi kreatif terbukti mampu mengurangi inflasi” ujar Anas. Menurut data BPS, kami merupakan kabupaten dengan inflasi terendah di Jawa Timur. Untuk skala nasional, kami masuk lima besar kota dengan inflasi terendah,” lanjutnya

    Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 7:29 am