-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Tanaman Kedelai Banyuwangi Berkualitas Unggul

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Tanaman Kedelai Banyuwangi Berkualitas Unggul

Post by robot on Thu Sep 25, 2014 3:33 pm

BANYUWANGI – Panen raya kedelai di Desa Glagahagung Kecamatan Purwoharjo masih berlanjut. Setelah sehari sebelumnya Bupati Abdullah Azwar Anas berkesempatan meninjau panen raya tersebut, hari ini, Rabu (24/9), giliran Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko.

Sebagai salah satu lumbung kedelai di Banyuwangi, Kecamatan Purwoharjo termasuk wilayah yang petaninya proaktif. Sikap proaktif tersebut tak hanya muncul manakala terjadi permasalahan pada tanaman kedelainya, melainkan setiap saat mereka greget mencari informasi agar tanaman yang menjadi bahan baku tahu dan tempe ini meningkat.

Pujian terhadap petani Purwoharjo dilontarkan salah satu perusahaan penyedia pupuk yang menjadi mitra para petani, PT BASF Indonesia. “Petani Purwoharjo ini tidak mau tinggal diam. Selalu ingin memperbaiki kualitas hasil panennya,”tutur Kepala BASF, Prawira. Karena itu selain membuka program mitra tani di Purwoharjo, kata Prawira, pihaknya juga mengadakan sekolah lapang. Tujuannya, diantaranya membantu petani untuk mengenali hama dan gulma, sehingga penyakit bisa dikendalikan.

Metode pengendalian hama yang selama ini dilakukan petani Purwoharjo menggunakan teknologi cabrio top. Yaitu fungisida sistemik yang bersifat protektif, kuratif, dan terdapat zat pengatur tumbuh tanaman berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air. Keuntungan menggunakan teknologi ini selain berdaya kerja luas, memiliki efek residual yang baik dan lebih cepat larut dalam air, juga dapat bekerja dengan optimal, baik di musim hujan maupun di musim kemarau. Dengan metode ini, kedelai yang dihasilkan mempunyai bulir yang lebih berat berkilat, hama musnah dan hasil panen meningkat.

Wabup Yusuf juga tak ketinggalan memberikan apresiasinya terhadap semangat para petani. Juga hasil panennya yang memuaskan. “Saya harap kerjasama dengan mitra tani terus dilanjutkan, supaya budi daya terus meningkat,”ujarnya.

Sementara itu, salah seorang Sekretaris Gapoktan Glagahagung Makmur memberikan testimoninya terkait perkembangan tanaman kedelai di wilayahnya. “Disini kami menerapkan pola tanam padi-kedelai-kedelai. Khusus di Kecamatan Purwoharjo yang merupakan basis kedelai Banyuwangi, produktivitasnya bahkan mencapai 24 kuintal per hektar, tercatat yang paling produktif di Jatim, bahkan Indonesia. Sedangkan luas tanaman kedelai per tanam mencapai 696 hektar,’tutur pria bernama Purnomo Ponimin ini.

Namun kendala yang dialaminya bersama rekan-rekannya adalah soal perubahan cuaca yang ekstrim yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak normal, turunnya hujan saat panen sehingga kualitas kedelai tidak sempurna, kurangnya air pada saat kemarau, serangan hama, dan harga kedelai yang rendah saat panen yakni hanya sebesar Rp 6200,- perkilogram.

“Persoalan yang kami alami banyak. Tapi setidaknya metode cabrio top yang kami terapkan cukup membantu mengurangi permasalahan kami,”tandasnya. Pria yang pernah mengikuti pelatihan merawat tanaman kedelai hingga ke Filipina dan Singapura ini berharap, ada proteksi pada harga jual kedelai sehingga minat bertani kedelai tetap tinggi. Dirinya juga berharap agar pupuk tetap tersedia di pasaran.

    Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:59 am