-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Bersama Warga, Bupati Banyuwangi Tanam 1.000 Bibit Durian Merah

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Bersama Warga, Bupati Banyuwangi Tanam 1.000 Bibit Durian Merah

Post by robot on Sat Sep 27, 2014 3:03 pm

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi membagikan 1.000 bibit durian merah, salah satu komoditas hortikultura andalan dari daerah di ujung timur Pulau Jawa itu. Durian merah dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak diminati karena rasanya yang dinilai lebih nikmat dibanding durian biasa. Apalagi, warna dagingnya berbeda dari durian kebanyakan, yaitu merah, oranye, dan perpaduan warna-warni atau kerap disebut durian pelangi.

Seribu bibit durian merah itu ditanam di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi sebelum dimulainya tradisi Tumpeng Sewu, sebuah ritual adat sebagai wujud syukur masyarakat atas anugerah Tuhan. Bibit durian ditanam di kebun/pekarangan milik warga.

”Durian merah ini buah khas Banyuwangi dengan nilai ekonomis yang tinggi dibanding durian biasa. Potensinya besar. Dengan penanaman ini, kelak warga akan memetik hasilnya. Selain untuk penghijauan, ada nilai ekonomisnya yang berguna untuk warga,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.Seribu bibit yang ditanam hari ini diperkirakan bisa dipanen buahnya antara 7-12 tahun ke depan bergantung jenis bibitnya.

Saat ini, jumlah pohon durian merah di Banyuwangi memang terbatas. Pohon yang produktif berbuah setiap tahun baru sejumlah 200 pohon dengan produksi 1500-1700 butir setiap masa panen. Jumlah ini sangat terbatas. Padahal, permintaan pasar sangat besar.

“Karena itu peluang untuk mengembangkan komoditas ini sangat luas. Apalagi durian merah menjadi buah khas Banyuwangi, maka kita harus mengupayakan agar buah ini banyak tersedia dan mudah dibeli,” cetus Bupati Anas.

Ketua Divisi Riset dan Pengembangan Durian Merah dari Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi, Eko Mulyono menuturkan, pohon durian merah tersebar di lima kecamatan Banyuwangi, yakni Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, dan Songgon. Kelima kecamatan ini menjadi tempat persebaran 3.000 pohon durian yang saat ini dibudidayakan masyarakat. ”Tiga ribu bibit yang sudah mulai dibudidayakan itu akan dipanen 3-4 tahun ke depan,” kata pria yang telah menggeluti riset durian merah sejak tahun 2008 ini.

Eko menuturkan, jenis durian merah di Banyuwangi berbeda dengan durian merah yang ditemui di Kalimantan atau Malaysia. Durian merah Kalimantan berjenis Durio Kutejensis, dan durian merah Malaysia Durio Graveolens. Sementara durian merah Banyuwangi adalah Durio Zighetinus. “Durian merah Banyuwangi memiliki kualitas yang paling baik dan rasa yang paling enak di antara lainnya,” ujar Eko.

Karena itulah, permintaan terhadap bibit durian merah Banyuwangi sangat tinggi. Tidak hanya dari daerah-daerah di Indonesia, bahkan Malaysia, Singapura dan Thailand mengembangkan durian merah yang bibitnya dibeli dari Bayuwangi. “Untuk menjaga agar durian merah Banyuwangi tidak kehilangan identitasnya sebagai ikon daerah, kami selalu mencatatnya di hadapan notaris setiap mengirim bibt keluar,” kata pria yang konsisten melakukan riset durian merah ini.

Tidak hanya melakukan sosialisasi, eksplorasi dan riset durian merah juga terus dikembangkan. Hasilnya ditemukan berbagai varian durian merah yang tumbuh di Banyuwangi . Jumlahnya mencapai 62 varian. Dia ntaranya varian Musang Merah dan F1 Dubang yang ditanam di Desa Kemiren.

Dari 62 varian tersebut, durian merah Banyuwangi dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan warna daging buahnya. Yakni durian merah blocking yang seluruh dagingnya berwarna merah, durian merah pelangi yang dagingnya berwarna merah dan kuning, serta durian grafika yang dagingnya berwarna kuning, putih dan merah. “Ketiganya bisa dibedakan dari pohonnya di mana daunnya memiliki kekhassan masing-masing,” urai Eko.

Eko menuturkan, pihaknya terus gencar menyosialisasikan budidaya durian merah kepada masyarakat melalui program kewirausahaan berbasis konservasi. Tujuannya tidak hanya agar masyarakat tertarik menanam pohon durian tapi juga mengetahui cara terbaik perawatan dan pelestariannya. Apalagi nilai ekonomis durian merah yang tinggi sangat potensial untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat. “Harga durian merah di tingkat petani mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 250.000 per buah. Sangat menjanjikan kalau terus dikembangkan,” ungkap Eko.

Eko menambahkan, khasiat buah durian merah ternyata cukup banyak. Tidak seperti durian berdaging putih yang kandungannya didominasi zat gula dan karbohidrat, durian merah mengandung banyak zat bermanfaat seperti serotonin yang bisa mengobati insomnia. Juga afrodisiak, tifohormon dan titosteron sebagai obat kuat. “Selain itu juga mengandung antosianin yang bisa mencegah penuaan dini,” pungkas Eko.

    Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 11:05 am