-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Keluarga sebagai Kunci Kelanjutan Generasi Penerus Bangsa

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Tokoh Lintas Agama Deklarasikan Keluarga sebagai Kunci Kelanjutan Generasi Penerus Bangsa

Post by robot on Wed Oct 08, 2014 4:06 pm

BANYUWANGI – Keluarga dipandang sebagai kunci utama dalam mendidik anak-anaknya agar tak terjerumus dalam pola hidup yang negatif. Berpijak atas dasar tersebut, beberapa tokoh lintas agama di Banyuwangi berkumpul untuk mendeklarasikan kepedulian mereka bersama akan pentingnya peranan keluarga.

Deklarasi yang dilangsungkan di aula Tri Dharma – Karangrejo itu menyebutkan beberapa poin khusus dimana mereka bersepakat menjadikan keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasi muda dengan cara keluarga harus mengusahakan suasana penuh rasa kasih sayang serta keharmonisan di rumah. Keluarga juga harus bisa menjadi tauladan pertama untuk menanamkan keimanan, wajib menyampaikan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan bertanggung jawab membentengi anak-anaknya dari pengaruh buruk lingkungan sekitarnya.

Para tokoh umat beragama itu juga berkomitmen menjadikan keluarga sebagai sarana penangkal perilaku generasi muda terhadap penyimpangan nilai-nilai sosial di masyarakat. Antara lain mencegah penyebaran HIV/AIDS dengan cara mengajarkan nilai-nilai seksualitas yang benar. Selain itu, mencegah penggunaan narkoba dan miras dengan mengutamakan komunikasi dan teladan dari orang tua, serta mencegah balapan liar dengan memberikan pemahaman akan akibat yang mungkin terjadi.

Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang membuka acara tersebut menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas totalitas para tokoh lintas agama. “Di agama mana pun, semuanya mengajak umatnya untuk berbuat kebaikan. Para tokoh lintas agama ini menyadari bahwa keluarga memegang peranan penting dalam mengajarkan nilai-nilai kebenaran. Saya sangat mengapresiasi deklarasi yang mereka sepakati tersebut,”ujar Wabup Yusuf.

Orang nomor dua di Banyuwangi itu mengingatkan audiens akan maraknya peristiwa kejahatan di tengah masyarakat yang ironisnya dilakukan oleh anak-anak muda. Bahkan kasus narkoba yang saat ini makin mengemuka juga didominasi generasi muda sebagai user-nya. “Kepala BNN menyebutkan, pengguna narkoba di dunia saat ini mencapai 315 juta orang di usia produktif.Dari jumlah itu, 2,2 persennya, yang berarti 4,2 juta orang penggunanya ada di Indonesia,”beber Wabup. Dengan terus mendorong komunikasi antara orang tua dan anak-anaknya sejak dini, kata Wabup, pengaruh negatif itu akan terhalau dan tidak akan sampai pada generasi muda.

Kekompakan para tokoh lintas agama yang mengutamakan toleransi satu sama lain itu juga mendapatkan pujian dari Wabup Yusuf. “Apa yang bapak ibu upayakan, juga menjadi salah satu poin mengapa Banyuwangi masuk sebagai Compassionate City (Kota Welas Asih). Walau kita berbeda agama, namun pertemuan lintas agama tetap rutin dilangsungkan untuk mencari solusi bersama atas permasalahan umat,”tuturnya sambil berharap kerukunan antar umat beragama di Banyuwangi terus berlanjut.

Acara yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi ini selain dihadiri oleh Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, Ketua MUI, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi dan pejabat komponen pemkab, juga menghadirkan para tokoh lintas agama. Antara lain perwakilan dari NU, Muhammadiyah, LDII, Al-Irsyad,BAMAG, tokoh agama kristen, katolik, hindu, budha, dan kong hu cu.

    Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:01 pm