-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Faisal Basri: Jokowi Harus Kurangi Subsidi BBM

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Faisal Basri: Jokowi Harus Kurangi Subsidi BBM

Post by robot on Wed Oct 22, 2014 9:20 am

Banyuwangi- Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengatakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus berani mengambil langkah menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengurangi beban subsidi BBM dalam APBN. Subsidi BBM sebesar Rp 300 triliun, kata dia, cukup membebani postur pengeluaran pemerintah. Dana subsidi BBM lebih baik dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pertanian. "BBM bersubsidi ini banyak dinikmati kalangan menengah atas. Hanya 2,7 persen masyarakat miskin yang pakai BBM subsidi, lebih baik subsidi BBM dialihkan untuk sektor riil," kata Faisal Basri disela-sela seminar Ekonomi Pasca Pemerintahan Baru di Hotel Ketapang Indah, Selasa (21/10).

Dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor riil, bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, konsumsi BBM yang tinggi memicu Indonesia mengimpor minyak mentah sebanyak 470 ribu barel minyak per hari dari konsumsi nasional kisaran 1,2 juta barel minyak per hari. Akibat impor minyak besar-besaran ini terjadi defisit neraca perdagangan, salah satu komponen neraca transaksi berjalan. Realisasi impor BBM semester I 2014 mencapai US$ 13,3 miliar. Nilai impor lebih besar ketimbang ekspor. "Melemahnya nilai tukar rupiah karena terjadi defisit ekspor," kata dia.

Meski rupiah melemah, Faisal optimistis kondisi makro ekonomi Indonesia cukup stabil. Indikasinya, pasar saham terpantau cenderung naik dengan return 17,3 persen dari 10,8 persen pada sesi perdagangan terakhir. Fakta ini menunjukkan pengusaha masih menahan diri dan berharap Jokowi merealisasikan janjinya. Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara nomor tiga tujuan investasi di tingkat Asean dan nomor 18 di tingkat Asia. "Ekonomi Indonesia enggak buruk-buruk amat. Karena cadangan devisa naik terus, pendapatan lebih besar dari belanja," ujarnya.

Persoalannya, skenario kenaikan BBM gagal menyusul mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono enggan menaikkan harga BBM subsidi. Menurut Faisal, seharusnya bulan September lalu harga BBM subsidi diharapkan naik kisaran Rp 1.500 per liter. Kenaikan lagi pada Februari 2015 sebesar Rp 1.000 per liter. Kenaikan bertahap hingga level Rp 9.000 per liter, kata Faisal, memberikan dampak smooth untuk menghindari gejolak di masyarakat. "Lalu besarnya subsidi ditetapkan," kata Faisal.

Prospek ekonomi Indonesia ke depan dinilai cukup positif. Pemerintah harus bisa memanfaatkan keunggulan penduduk usia muda sebanyak 55 persen. Apalagi didukung iklim demokrasi Indonesia yang menduduki peringkat ketiga terbaik di dunia.

Kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan pengusaha di Banyuwangi, Faisal Basri menyarankan agar tidak menggantungkan sepenuhnya pada kebijakan Presiden Joko Widodo. Dia mendorong pengusaha lebih gesit memanfaatkan peluang. Begitu pula Bupati Anas agar memaksimalkan potensi daerah untuk menggenjot roda pertumbuhan ekonomi. "Jangan bergantung kepada Jokowi. Sekarang bagaimana daerah membuka seluas-luasnya investasi dengan menyesuaikan potensinya," ia menyarankan.

    Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 8:09 am