-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Pelantikan Pengurus REI, Bupati Ingatkan Kewajiban Pengusaha Perumahan

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Pelantikan Pengurus REI, Bupati Ingatkan Kewajiban Pengusaha Perumahan

Post by robot on Thu Oct 23, 2014 12:03 pm

BANYUWANGI – Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Banyuwangi masa bakti 2014-2017 resmi dilantik, Rabu (22/10). Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Ketua DPD REI Jawa Timur, Paulus Totok Lucida turut menyaksikan pelantikan pengurus baru REI yang menggantikan pengurus lama masa bakti 2011-2014.

Ketua REI periode sebelumnya, H. Ismail menyatakan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Banyuwangi. Sebab selama ini pihaknya merasa nyaman dalam berkoordinasi dengan pemkab, dan selalu mendapatkan masukan dalam menjalankan kebijakan terkait bisnis properti.” Kepada pengurus baru, mari bekerja untuk mendukung pemerintah daerah. Selalulah minta petunjuk dan arahan bupati sebelum melangkah, utamanya dalam menata perumahan di Banyuwangi,” tuturnya dalam acara yang diselenggarakan di Hall Hotel Ketapang Indah itu.

Menurut pria yang telah 3 tahun memimpin REI ini, pada awalnya pengusaha perumahan yang bergabung dengan REI tidak sebanyak sekarang. Dari tahun 2008 yang hanya berjumlah 6 pengusaha, kemudian meningkat di tahun 2011 menjadi 18 pengusaha. Saat ini (2014), sudah ada 37 perusahaan yang menginduk pada REI. “Itu mengindikasikan daya beli masyarakat di sektor properti meningkat,”ujarnya diaminkan ketua terpilih yang baru, Eko Joko Susanto.

Ditambahkan Eko, permintaan perumahan dari rumah tangga terus meningkat. Itu selaras dengan meningkatnya pula pendapatan masyarakat secara kontinu. “Di momen inilah pengembang masuk untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi warga,”tandasnya. Joko menegaskan, REI terus berkomitmen untuk menyediakan rumah bagi masyarakat menengah ke bawah. “Tantangan kami adalah menyediakan rumah bagi masyarakat luas yang layak huni dan berwawasan lingkungan,”kata Eko.

Kesempatan itu tak disia-siakan Bupati Anas untuk menyampaikan kebijakan pemkab terkait kewajiban pihak perumahan. “Saya berharap, ketaatan pengembang dan kewajiban pemerintah untuk menyejahterakan rakyat bisa berjalan selaras,” harap bupati.

Ketaatan pengembang yang dimaksud bupati tersebut diantaranya bagaimana pengembang memperhatikan connectivity antar irigasi agar tidak terjadi banjir. “Misalnya REI membeli lahan 1000 meter di pinggiran kota untuk pembangunan perumahan. Disitu pembangunannya harus terintegrasi, jangan berpencar-pencar, dan saluran irigasi juga harus bersambung satu sama lain sehingga tak akan terjadi banjir,” ujar bupati.

Pembangunan perumahan yang berpencar-pencar, lanjut bupati, juga berkompetensi menimbulkan traffic lock. Masyarakat akan kesulitan untuk mengakses angkutan umum sebagai sarana transportasi masyarakat sehari-hari.

Bupati juga mencontohkan, keberadaan kampus baru di Banyuwangi seperti UNAIR dan sekolah pilot negeri bisa menjadi pertimbangan pengusaha perumahan untuk membangun perumahan baru. “Dimana ada kampus, disitu pasti layak dibangun perumahan baru yang bisa diproyeksikan sebagai kos-kosan. Jadi harus jeli,” kata bupati lagi.

Selain itu bupati juga mengingatkan perlunya perumahan menyiapkan fasilitas sosial dan fasilitas umum di tiap-tiap perumahan yang dibangun."Semua perlu dipikirkan dengan matang. Pemkab siap men-support pengusaha perumahan jika punya master plan yang sesuai,”janji bupati.

    Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:57 am