-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Festival Anak Yatim 2014, 33 Anak Yatim Dikhitan

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Festival Anak Yatim 2014, 33 Anak Yatim Dikhitan

Post by robot on Fri Oct 24, 2014 9:26 am

BANYUWANGI – Didasari keinginan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, untuk kali ketiga, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Anak Yatim (FAY), Kamis (23/10).

Festival yang merupakan rangkaian Banyuwangi Festival 2014 ini dilangsungkan di halaman pendopo Sabha Swagata Blambangan, dengan khitanan masal sebagai pembukanya. 33 anak yatim dan keluarga kurang mampu dari 24 kecamatan di Banyuwangi ikut ambil bagian untuk dikhitan.

Ke-33 anak yatim tersebut dengan didampingi orang tua masing-masing, dikirab dengan menggunakan becak menuju pendopo Sabha Swagata Blambangan. Iringan musik tradisional Banyuwangi dan kesenian Barong mengantarkan mereka menyusuri rute Gesibu – Jl. Diponegoro-Jl. Kartini – Jl. Banterang (PLN) – Jl. Sri Tanjung - Pendopo.

Tepat pukul 08.00 WIB, khitanan dimulai di halaman pendopo sisi timur dan sisi barat (sebelah musholla). Seperti tahun sebelumnya, tenaga medis yang mengkhitan anak-anak tersebut berasal dari puskesmas di masing-masing kecamatan, sesuai dengan tempat tinggal peserta khitan. Hal itu dimaksudkan, agar sejak awal dikhitan hingga proses pemulihan, mereka bisa terpantau oleh petugas puskesmas di wilayahnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas ketika ditemui saat meninjau stand khitan mengatakan, khitanan masal ini adalah bentuk solidaritas bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu. “Ini merupakan simbol solidaritas kita bagi mereka. Bahwasanya Banyuwangi Festival itu bukan hanya sekedar bersenang-senang, tapi kita juga menunjukkan kepedulian pada sesama yang kurang beruntung,” tegas bupati.

Dan tak hanya berhenti di hari ini, bupati juga telah memerintahkan pada para camat untuk jemput bola ke warganya masing-masing, memfasilitasi anak-anak yatim dan tidak mampu untuk dikhitan.

Bahkan bupati juga menandaskan, pemerintah daerah tak hanya akan membantu di soal khitan saja, namun juga menyekolahkan mereka.

Menariknya, darah dan daging bekas sayatan khitan tiap anak dipendam di salah satu bagian pendopo. “Ini sama sekali tak ada hubungannya dengan klenik atau mistis. Namun sunnah Rosul dan keinginan untuk memuliakan anak yatim saja, sebab doa mereka bagi kita makbul,”tutur bupati, berharap agar doa anak yatim bisa membawa kemaslahatan bagi pemkab Banyuwangi maupun pemerintah pusat yang baru (Jokowi – JK).

Ekspresi anak-anak yang dikhitan mengundang ketertarikan sendiri. Ada yang terlihat berani, ada yang takut, bahkan berteriak-teriak histeris di meja khitan. Namun ada salah satu anak yang tampak tegar. Alfan Fahmi, namanya. Meski meringis menahan nyeri, tapi Alfan sama sekali tidak menangis. Putra kembar - saudara kembarnya perempuan - pasangan Wiwin dan Rohmat asal Kecamatan Tegalsari ini mengatakan sakitnya tidak seberapa. Hanya saja dia sedikit deg-degan saat akan mulai dikhitan. “Ternyata nggak sakit,”kata siswa kelas 4 SD ini.

Usai dikhitan, anak-anak mendapatkan amplop berisi uang saku. Sebelumnya mereka juga menerima kemeja, peci, sarung dan sandal yang didistribusikan di kecamatan masing-masing. Seperangkat pakaian itu langsung mereka kenakan saat khitanan masal berlangsung.

    Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 6:10 am