-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Banyuwangi Cetak Generasi Muda Berkeahlian Maritim

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Banyuwangi Cetak Generasi Muda Berkeahlian Maritim

Post by robot on Wed Oct 29, 2014 9:20 am

BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi berupaya mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia (SDM) di bidang kemaritiman. Penyiapan SDM kemaritiman dinilai urgen karena industri maritim merupakan basis penting ekonomi nasional, selain industri pertanian dan manufaktur.

"Apalagi, pemerintahan baru telah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Pengembangan maritim tidak hanya sekadar pembangunan pelabuhan saja, namun yang lebih mendasar adalah SDM.  Dan tentu SDM Banyuwangi tidak boleh ketinggalan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi dan berdialog dengan siswa SMKN 1 Glagah Banyuwangi, Selasa (28/10/2014).
SMKN 1 Glagah Banyuwangi merupakan sekolah menengah kejuruan yang mempunyai konsentrasi keahlian bidang kemaritiman. SMKN itu mempunyai bidang keahlian Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkapan Ikan, Tehnologi Pengolahan Hasil Perikanan, dan Agribisnis Perikanan.

Acara diskusi dengan siswa SMK tersebut juga dimaksudkan sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Banyuwangi. "Saya sengaja ke SMK dengan bidang keahlian kemaritiman ini dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda untuk menumbukan kembali kecintaan generasi muda terhadap dunia kemaritiman," ujar Anas.

Di Banyuwangi saat ini terdapat empat SMK yang mempunyai bidang keahlian kemaritiman, yaitu SMKN 1 Glagah, SMKN 1 Kalipuro, SMKN Miftahul Ulum, SMKN Darul Muncar, dan SMK Pradana. Total siswa saat ini mencapai sekitar 650 orang dan telah menghasilkan ribuan lulusan. Selain itu, di Banyuwangi terdapat Akademi Kelautan Banyuwangi.

Lembaga pendidikan itu mempunyai konsentrasi keahlian bidang kemaritiman, seperti Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Teknika Kapal Penangkapan Ikan, Tehnologi Pengolahan Hasil Perikanan, Agribisnis Perikanan, Nautika Pelayaran Niaga, Teknika Pelayaran Niaga, dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan. Lembaga-lembaga pendidikan di Banyuwangi itu telah dipercaya industri nasional dan luar negeri untuk pemenuhan kebutuhan SDM-nya. Kehadiran lembaga itu kini dilengkapi dengan keberadaan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi yang mempunyai jurusan Budidaya Perairan.

Anas menambahkan, kebutuhan SDM kemaritiman sangat tinggi. Sebagai contoh, berdasarkan data Masyarakat Transportasi Indonesia, saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga kerja di industri pelayaran. Dari kebutuhan 7.000 tenaga kerja baru per tahun, baru terpenuhi 21 persen atau 1.500 orang. "Itu baru dari sisi bidang pelayaran. Padahal, kemaritiman sangat luas. Kebutuhan tenaga kerja di bidang lain seperti perikanan juga sangat tinggi. Data juga menunjukkan, SDM bidang angkutan lepas pantai atau offshore masih sangat didominasi asing. Ini peluang besar bagi SDM kita," kata Anas.

Dengan panjang pantai Indonesia yang mencapai 99.000 kilometer, kebutuhan SDM kemaritiman yang berkualitas sangat mendesak. Banyuwangi menyadari hal ini karena juga mempunyai garis pantai yang cukup panjang, yaitu 175,8 kilometer.

"Pemkab Banyuwangi mendukung penuh pengembangan SMK yang mempunyai bidang keahlian di bidang kemaritiman. Ini tidak hanya domain Dinas Pendidikan, tapi juga Dinas Perikanan dan Kelautan. Alat-alat maupun lahan budidaya darat maupun laut yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan bisa digunakan siswa untuk belajar. Yang tidak kalah penting, lembaga pendidikan kemaritiman yang ada di Banyuwangi telah saya minta untuk mengintensifkan penanaman visi kewirausahaan," ujarnya.

Anas juga berharap ada sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas SDM kemaritiman. Dia mencontohkan soal perlunya insentif biaya sertifikasi yang dibutuhkan para siswa. Sertifikat dasar yang dibutuhkan seorang pelaut minim ada tiga, yakni Basic Safety Training, Buku Pelaut, serta Sertifikat Nautika atau Teknik. "Biayanya tiap sertifikat bervariasi. Mulai dari yang 300 ribu hingga Rp 1,8 juta. Ini perlu ditanggung bersama antara pemerintah pusat dan daerah," papar Anas.

    Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 7:24 am