-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Sutradara FTV Terpikat Angkat Kisah Banyuwangi ke Layar Kaca

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Sutradara FTV Terpikat Angkat Kisah Banyuwangi ke Layar Kaca

Post by robot on Wed Nov 12, 2014 10:03 am

BANYUWANGI – Keindahan alam dan seni budaya Banyuwangi tidak hanya memikat wisatawan untuk berkunjung ke pulau di ujung timur Pulau Jawa ini. Rupanya sineas tanah air juga terpikat untuk mengangkat potensi yang dimilki Kabupaten The Sunrise Of Java ini ke layar kaca. Salah satunya adalah sutradara muda Thaleb Wirachman Wahjudi, yang membawa segenap kru dan artis nasional yang menjadi pemeran utama filmnya untuk syuting di Banyuwangi, tidak hanya satu tapi dua judul film sekaligus.

Thaleb mengatakan kedua judul film yang akan diangkat dalam filmnya tersebut bergenre suspend misteri dan drama. Untuk genre yang pertama akan mengangkat mitos seputar kemistisan hutan Alas purwo dengan judul film “Jangan Nengok ke Belakang Di Alas Purwo”. Dari judulnya saja pasti yang terbayang film ini bakal menampilkan banyak adegan seram yang bikin penonton deg-degan.

“Kisah ini menceritakan empat orang sekawan yang hendak berlibur ke G-land. Tokoh utamanya adalah seorang pesurfer . Di perjalanan mereka ketemu dengan kakek-kakek yang melarang mereka untuk pergi ke Alas Purwo yang jadi jalan menuju G-land,” kisah Thaleb saat bertandang di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Selasa (11/11).

Cerita berlanjut, usai mendapatkan peringatan kempat sekawan itu ternyata tetap nekat meneruskan perjalanan. Nah, setelah adegan tersebut, dimulailah adegan-adegan penuh misteri dimana satu persatu dari keempat orang itu menghilang. “Nanti tinggal satu pemeran wanita yang tersisa. Tapi semua ketemu lagi di Gunung Ijen. Jadi hilangnya orang-orang itu cuma rekayasa buat ngasih pelajaran ke cewek tadi supaya tidak manja. Yang jadi misteri adalah meski hilangnya orang-orang cuma rekayasa tapi ketemu kakek-kakeknya itu beneran, nah lo siapa tuh kakek-kakek?” kata Thaleb yang telah banyak membuat film televisi (FTV) ini.

Sementara untuk yang cerita drama terinspirasi dari legenda Banyuwangi kisah Sri Tanjung. Alkisah ada seorang wanita yang menikah dengan saudagar kaya. Saudagar ini menuduh istrinya tersebut berselingkuh, untuk membuktikan kalau dirinya tidak bersalah, sang istripun nekat menceburkan diri ke sungan dan sungai itu menjadi harum seketika. “ Film ini memberikan banyak hikmah tentang pengorbanan dan kesetiaan,” ujar Thaleb.

Thaleb menambahkan tidak sekedar membuat film dia juga membawa misi untuk mengeksplorasi keindahan alam Banyuwangi. Beberapa lokasi yang menjadi latar syuting film tersebut seperti Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung (G-Land), Gunung Ijen, Pendopo. “Sebelum kesini kita sudah browsing lokasi-lokasi wisata Banyuwangi dan kita kagum dengan keindahannya. Kita jadi yakin banget untuk mengangkat Banyuwangi jadi tempat syuting,” imbuh Thaleb.

Thaleb pun membocorkan kalau film ini akan ditayangkan sebagai film televisi untuk Trans TV edisi spesial ulangtahun ke 13. Tepatnya bulan Desember mendatang. “Akan ada 13 film yang diproduksi dibeberapa derah untuk edisi ini dan dua film syutingnya di Banyuwangi. Besok kita akan mulai syuting di kota dulu,” pungkasnya.

Beberapa artis pemeran utama juga turut hadir saat interview seperti Ryan Delon dan Dhea Lestari.

    Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 6:09 am