-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Jelang Pergantian Tahun, Bupati Briefing Kepala SKPD 31-12-2014

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Jelang Pergantian Tahun, Bupati Briefing Kepala SKPD 31-12-2014

Post by robot on Wed Dec 31, 2014 8:44 pm


BANYUWANGI - Menjelang pergantian tahun 2014 menuju 2015, Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala satuan perangkat daerah (SKPD)di Pendopo Sabha Swagata, Rabu (31/12). Bupati memberikan briefing tentang kondisi ekonomi yang akan dihadapi pada tahun 2015 sekaligus langkah-langkah strategis yang harus dilakukan.

Rapat Koordinasi ini tergolong istimewa karena turut dihadiri oleh Ary Ginanjar pendiri ESQ Leadership Centre yang ikut membagikan inspirasi kepada seluruh kepala SKPD sebelum mengisi acara refleksi jelang pergantain tahun, malam nanti di Taman Blambangan.

Bupati Anas mengatakan sepanjang tahun 2014 pemerintah bersama segenap rakyat Banyuwangi telah bekerja keras bersama-sama demi membangun daerah. Meski masih banyak pe-er yang harus dikerjakan, Banyuwangi boleh berbangga dengan hasil positif dari kerja bersama-sama tersebut. Salah satunya apresiasi berupa penghargaan dari berbagai pihak. “Semua penghargaan yang didapatkan Banyuwangi menjadi salah satu ukuran atas apa yang telah kita kerjakan,” kata Bupati Anas.

Meskipun telah banyak meraih penghargaan Bupati meminta agar semua pihak tidak terlena, justru harus bekerja lebih keras lagi menghadapi tahun baru yang tantangannya akan lebih besar. Apalagi, di 2015 potret perekonomian semakin berat. Penyebabnya adalah nilai rupiah yang diprediksi terus menurun yang akan membawa imbas naiknya inflasi dan turunnya daya beli masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, Bupati mengajak seluruh SKPD untuk melakukan langkah antisipatif. Salah satunya bupati meminta agar semua dinas yang berhubungan dengan penguatan ekonomi rakyat memaksimalkan dukungannya bagi sektor mikro dan UMKM. “Kami juga meminta kepada perbankkan agar tidak mengurngi landing credit di sektor mikro,” cetus Bupati.

Selain itu stabilitas ekonomi masyarakat juga akan dijaga dengan menguatkan sektor pariwisata. Salah satunya dengan menggelar menjaga kegiatan Banyuwangi Festival lebih awal yakni di bulan Februari. . Tujuannya agar sejak awal tahun atraksi pariwisata menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan dan tinggal lebih lama tinggal di Banyuwangi. Minimal masyarakat Banyuwangi sendiri akan berwisata dan membelanjakan uangnya di dalam daerah.

“Dengan begitu penjual makanan, oleh-oleh akan laku, penginapan tersewa begitu juga jasa wisata lainnya. Spending money wisatawan akan besar sejak awal tahun, ini membuat ekonomi masyarakat bergerak,” urai Bupati Anas.

Terkait pariwisata, Bupati juga meminta agar dibentuk otoritas yang bertanggung jawab terhadap tempat-tempat wisata. Terutama yang menjadi prioritas adalah di Pulau Merah, Pantai Boom dan Pantai Watu Dodol. Karena ketiga destinasi tersebut yang paling banyak menjadi jujugan wisatwan dan menjadi jendela wisata Banyuwangi di luar daerah. “Agar bisa mengupdate apa yang terjadi di satu tempat wisata, misal pantai Pulau merah kotor maka otoritas akan lapor ke DKP untuk segera ditangani,” imbuh Bupti.

Selain itu Bupati juga meminta agar Dinas Pariwisata mengumpulkan travel agent dan tur guide meningkatkan pelayanan kepada wisatwan dengan menceritakan sejarah maupun latar belakang sebuah tempat wisata maupu. Tujuannya agar wisatwan memiliki kesan mendalam terhadap wisata di Banyuwangi bukan sekedar mengingat keindahannya saja. “Tentu saja dengan cerita apa adanya dan bukan mengada-ada,” imbuhnya.

Bupati juga tdak bosan-bosan mengingatkan agar semua SKPD bersinergi dalam menjalakan setiap programnya untuk menggapai hasil yang maksimal.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Ary Ginanjar mengingatkan para kepala SKPD bahwa semua rencana kerja strategis takkan berarti apa-apa tanpa eksekusi. Dengan Banyuwangi yang menurutnya saat ini menjadi kabupaten paling terkenal di Indonesia, birokrasi harus memanfaatkan momentum dan situasi terbaik ini dengan bekerja secara benar dan penuh komitmen.

“Kesuksesan itu 70 persennya adalah kerja yang penuh perjuangan dan berdarah-darah. Maka perlu keikhlasan agar bekerja terasa ringan. Mari jadikan karakter dan budaya kerja menjadi kekuatan untuk Banyuwangi yang semakin maju,” pungkas Ary.

    Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 11:01 am