-Register for Learning.
-Read forum rules before register.
-Register for see full topics.
*Active on Forum*

Banyuwangi Raih Penghargaan Kendali Obat Tradisional Berbahan Kimia

Share

robot
Seng Duwe Omah
Seng Duwe Omah

Jumlah posting : 355
Reputation : 0
Join date : 30.10.12
Age : 28
Lokasi : banyuwangi

Banyuwangi Raih Penghargaan Kendali Obat Tradisional Berbahan Kimia

Post by robot on Wed Feb 11, 2015 4:40 pm

11-02-2015

JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Yang terbaru, kabupaten bertajuk "The Sunrise of Java" ini mendapat penghargaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai daerah dengan peran teraktif dalam penanggulangan obat tradisional mengandung bahan kimia obat.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bersama Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, di Jakarta, Rabu (11/2).

“Kami harap, daerah yang telah aktif melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap keamanan pangan dan jamu tradisonal yang mengadung bahan kimia terus meningkatkan program-programnya. Terutama jajanan yang ada di sekolah-sekolah. Anak-anak merupakan aset negara, kalau sejak muda sudah diracuni bahan kimia bisa menurunkan kualitasnya. Banyuwangi cukup bagus dalam menjalankan program tersebut,” kata Menteri Puan Maharani, usai memberikan penghargaan.

Menurut Kepala Badan POM RI Roy A Sparingga, Banyuwangi merupakan kabupaten yang memiliki atensi tinggi terhadap pengawsan obat dan makanan. Selama mendapat pengawasan dari Badan POM, yang dalam hal ini Balai Besar POM Surabaya, Pemkab Banyuwangi sangat aktif dalam melakukan penanggulangan makanan. Misalnya, melakukan pengawasan rutin di sekolah-sekolah, pasar dan toko jamu tradisional untuk melihat keamanan pangan dan produksinya.  “Dalam hal ini bukan jumlahnya yang menjadi poin penilian dari Balai Besar Surabaya. Tetapi dukungan dan kerja sama yang ditunjukkan pemerintah,” ujar Roy A Sparingga.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Rio, menambahkan, seluruh puskesmas di Banyuwangi setiap tiga bulan sekali mengambil sampel jajanan anak sekolah yang ada di wilayah kerjanya. Seluruh puskesmas di BAnywuangi telah memiliki sarana untuk menguji jajanan sekolah apakah mengandung zat kimia berbahaya, seperti rhodamin, boraks, formalin, methylene yellow.

"Kita rutin gelar pengawasan dan uji sampling jajanan anak-anak sekolah. Hasilnya, pada akhir tahun kemarin, seluruh puskesmas melaporkan tidak ditemukan kandungan berbahahaya pada jajanan anak sekolah di Banyuwangi," ujar dr. Rio.

Jika ditemukan ada bahan atau pangan yang tidak baik, langsung dilakukan pembinaan kepada sekolah dan toko jamu tradisonal agar menghentikan atau tidak memproduksi lagi. “Ini telah kami lakukan secara berkelanjutan,” kata dr Rio.

Selain sekolah, pemkab juga rutin tiga bulan sekali mengambil sampling sejumlah makanan di pasar tradisional untuk diuji di laboratorium BPOM Surabaya. "Dari uji ini pernah ditemukan terasi dan krupuk yang mengandung pewarna tekstil. Kami pun langsung memberikan pemahaman dan meminta pada penjual dan produsennya untuk menarik semua produknya yang telah beredar," kata dr. Rio.  

Sementara terkait pengawasan jamu tradisonal, lanjut Rio, Dinkes bersama BPOM melakukan pengawasan langsung ke produsen jamu. Meski pengawasan obat di bawah kendali BPOM, pemkab juga rutin melakukan pembinaan pada produsen obat tradisional. Di Banyuwangi sendiri, lanjut dia, terdapat 36 industri kecil obat tradisional.  

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang makanan untuk melakukan uji laboratorium standardisasi secara gratis. Ada pula fasilitas sertifikasi halal MUI yang difasilitasi Pemkab Banyuwangi. "Bekerja sama lintas dinas, kami juga menginspeksi ke warung-warung. Kami memberikan bantuan peralatan yang higienis untuk warung-warung kecil agar makin bersih, sehingga dipercaya pembeli," ujarnya.

    Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 11:07 am